Rabu, 24 Mei 2017

Jangan Katakan 9 Hal Ini Pada Ibu Rumah Tangga

                       

        Hai bun sekarang masih marak aja ya perdebatan antara ibu rumah tangga dan wanita karier. Selalu merasa benar sendiri dan pilihan ibu yang lain dianggap salah. Tak jarang banyak yang saling menjatuhkan. Sebenernya perdebatan kayak gini sudah ada dari jaman dulu juga. Cuma karena sekarang zamannya kekinian, zamannya media sosial sehingga membuat semakin sengitnya persaingan antara ibu rumah tangga dan wanita karier di dunia maya. Tak jarang terbawa juga di kehidupan nyata

        Intinya semuanya dikembalikan lagi dengan pilihan kita masing-masing. Tetapi tetap diingat ya bun
“Tak ada sesuatu itu dikatakan hebat dengan cara merendahkan orang lain”
Tetap harus saling menghormati dan tidak menjustice pilihan orang lain yang berbeda dengan kita itu buruk karena setiap orang memiliki alasan dan prioritasnya masing-masing yang tidak kita ketahui dan tidak bisa kita sama ratakan.

Baca Juga : Menjadi Ibu Rumah Tangga Itu Soal Kesempatan

        Tahukah bunda, sebagian orang masih menganggap menjadi ibu rumah tangga itu bukan sesuatu yang terhormat yang bisa dibanggakan. Tak jarang, banyak kata-kata nyinyiran orang yang dilemparkan kepada para ibu rumah tangga, sehingga tanpa disadari itu dapat menyinggung dan menyakiti hati para ibu rumah tangga. Baik itu pertanyaan yang benar-benar karena perhatian, karena kepo ataupun karena basa basi. Kayaknya lebih banyak keponya dan basa basinya ya bun daripada pertanyaan yang benar-benar karena perhatiannya.

Jangan Katakan 9 Hal Ini Pada Ibu Rumah Tangga.

        Bunda, Kita nggak mau kan lidah kita ini menyakiti perasaan orang lain ? karena itu akan menjadi dosa kita di akherat nanti. Kalau begitu, yuk kita berhati-berhati  dalam berkata-kata pada ibu rumah rangga. Ini dia yang sebaiknya jangan kita katakan pada ibu rumah tangga:


1. “Oh cuma ibu rumah tangga”
Hai kata cuma itu perlu digaris bawahi, karena itu mengandung kata yang merendahkan lho. Tak ada yang salah dengan pilihan mereka menjadi ibu rumah tangga karena mereka hanya ingin memberi dan berbuat secara “Totalitas” untuk keluarga kecilnya.

        Tak ada cela pengabdian seorang istri sekaligus ibu di rumah dengan mengurus rumah, mengurus suami, dan mendidik anak-anaknya langsung oleh dirinya. Lalu apa hak kita melabeli semua pengabdian dan ketulusan itu dengan kata “Cuma” untuk mereka ? Karena sampai kapan pun pengabdian dan ketulusan itu tak akan pernah bisa di beli oleh apa pun.

        Setiap orang punya cara pengabdiannya masing-masing pada keluarga kecilnya dan begitulah cara pengabdian ibu rumah tangga untuk keluarganya.

2. “Oh kamu nggak kerja”
Kata siapa jadi ibu rumah tangga itu nggak kerja ? sama kok kerja. Cuma yang membedakannya adalah orang lain kerja di luar sedangkan ibu rumah tangga kerjanya di dalam rumah.  Bahkan kerjanya nggak ada hari liburnya, nggak ada cutinya dan mengundurkan diri juga nggak bisa.

        Jam kerjanya dari subuh sampai larut malam , sibuk menyiapkan semua kebutuhan dan keperluan suami dan anak-anaknya. Jadi jangan bilang lagi ya kalau ibu rumah tangga itu nggak kerja

3. “Buat apa kamu kuliah tinggi-tinggi kalau cuma jadi ibu rumah tangga”
Nah kalau kita sampai berkata seperti itu pada ibu rumah tangga, pertanda kita harus perbanyak lagi membacanya dan menambah ilmunya hihihi. Kenapa ? karena memang tak ada yang salah dengan pendidikan mereka. Bukankah mendidik itu butuh ilmu ? Jadi ilmu mereka tetap nggak sia-sia karena langsung diaplikasikan dalam mendidik anak-anak mereka di rumah.

4. “Sarjana kok jadi ibu rumah tangga”
Ada yang nanya gini ? banyakkkkk. Emang ada yang salah dengan gelar sarjananya ? emang salah ya jika seorang anak didik oleh ibu bergelar sarjana bahkan magister ? Bukannya itu sesuatu yang keren ?

5. “Terus ijazah kamu buat apa dong ?”
Apalah arti sebuah ijazah yang cuma sekedar lembaran kertas yang bertuliskan kata-kata, bukankah yang terpenting adalah ilmunya?. Bahkan gelar sarjana dan magister yang mereka miliki, rela mereka kantongi dan simpan di lemari baju mereka
6. “Kamu enak gaji suaminya gede, jadi nggak usah capek-capek kerja”
Hai mau menjadi ibu rumah tangga atau bukan itu adalah pilihan, bukan selalu karena suami mereka bergaji besar atau tidak.

7. “Kamu enak ya bisa santai-santai di rumah. Nggak usah kerja”
Siapa bilang jadi ibu rumah tangga itu cuma santai-santai aja di rumah, ongkang-ongkang kaki terus tinggal minta uang aja ke suami ? ini perlu diluruskan nih.


        Mereka itu udah bangun dari subuh lalu masak, cuci piring, nyuci, menyiapkan sarapan suami dan anak-anaknya, menyiapkan bekal makan siang suami dan anak-anaknya di sekolah, mandiin anak, nganterin anak ke sekolah, belanja ke pasar, membereskan kulkas, membereskan rumah, nyapu, jemput anak sekolah, ngasih makan anak, bla...bla...dan blaaaa sampai larut malam. Kayaknya kalau ditulisin satu satu kepanjangannnn ya bun dan nggak selesai-selesai deh nulisnya

8. “Ibu rumah tangga itu enak, punya banyak waktu luang”
Dari poin no 7 sudah terlihat ya bun bahwa ibu rumah tangga itu tak kalah sibuk dengan ibu yang bekerja di luar sana. Apalagi buat para ibu rumah tangga yang masih memiliki balita. Buat makan dengan tenang saja mereka susah ,karena ada balitanya yang nyantol terus sambil ngerengek-rengek minta perhatian, belum lagi tingkah anak yang lainnya menguras emosi.

Baca Juga : Cara Mengelola Stres Untuk Para Ibu 

9. “Kamu cuma di rumah aja, tapi kok rumah berantakan sekali ?”
Ini adalah salah satu pertanyaan yang paling menyebalkan bagi ibu rumah tangga. Kenapa tidak, pekerjaan rumah yang tiada habis-habisnya. Lalu dicerca dengan pertanyaan begini. Siapa yang nggak kesel coba ?

Baca Juga : Bedanya Ibu Rumah Tangga Biasa dengan Ibu Rumah Tangga Luar Biasa 

        Nah sekarang kita sudah tahu ya bun hal apa saja dan kata-kata seperti apa yang tidak baik diucapkan kepada ibu rumah tangga. Semoga setelah kita tahu,  membuat kita bisa merasakan di posisi mereka dan bisa saling menghormati tanpa merendahkan satu sama lainnya begitu pun sebaliknya. Kalau kalian nggak suka dikomenin apa sih ama orang lain ? cerita dong
     


Sabtu, 20 Mei 2017

Peran Teknologi dalam Proses Belajar Mengajar Masa Kini

                   

Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan manusia semakin terus
meningkat. Semua itu bersinergi dengan majunya ilmu pengetahuan,  sehingga banyak terlahir penemuan-penemuan dari berbagai bidang termasuk dalam bidang teknologi. Bidang teknologi ini terus berkembang maju dan semakin canggih serta memasuki semua kawasan. Baik itu teknologi di bidang komunikasi dan informasi, di bidang transportasi, di bidang elektronik, peralatan rumah tangga, dan masih banyak lagi.

Apa Itu Teknologi ?

        Sebelum kita memasuki peranan teknologi dalam proses belajar mengajar masa kini. Kita harus lebih dulu tahu apa itu teknologi. Banyak pengertian teknologi yang bisa diambil dari berbagai sumber salah satunya pengertian teknologi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu : 1. metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu terapan, 2. Keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

        Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa teknologi sangat bermanfaat sekali dalam hidup manusia dan membantu mempermudah pekerjaan manusia. Begitu juga peranan teknologi dalam dunia pendidikan masa kini.

Apa Manfaat Teknologi dalam Proses Belajar Mengajar ?

        Teknologi sangat berperan sekali dalam dunia pendidikan. Semakin canggih teknologi maka manfaatnya pun semakin banyak digunakan oleh para guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Berikut beberapa manfaat teknologi :

1. Merangsang kreativitas guru dan murid dalam membuat bahan ajar maupun materi pelajaran
2. Materi pelajaran jadi menarik bagi siswa
3. Menghemat waktu, biaya, dan lebih efektif
4. Mempermudah dan mempercantik pekerjaan guru dan siswa
5. Membuat anak lebih fokus belajar
6. Belajar tidak harus selalu dari buku dan guru. Tetapi bisa belajar sendiri dengan bantuan intenet
7. Menambah pengetahuan guru dan siswa
8. Meningkatkan mutu pendidikan
9. Mejadikan proses belajar mengajar menjadi menyenangkan
10. Dll

Apa Saja Peran Teknologi dalam Proses Belajar Mengajar Masa Kini ?

        Banyak sekali peran teknologi dalam proses belajar mengajar masa kini seperti :
1. Membuat worksheet siswa
Saat ini worksheet siswa yang hanya berwana hitam putih atau abu-abu dan gambar yang tidak menarik bagi siswa sudah ditinggalkan oleh beberapa sekolah yang sudah maju perkembangannya baik dari segi kurikulum, metode pembelajaran, pendekatan pembelajaran dan di semua aspek pembelajarannya.

         Mereka tidak lagi mengandalkan worksheet-waorksheet yang dijual oleh umum. Tetapi membuatnya sendiri, sehingga muncullah worksheet siswa yang penuh warna dan gambar yang menarik bagi siswa. Selain dikarenakan kreativitas guru dalam membuat worksheet tetapi juga berkat kemajuan teknologi yang mendukung pembuatan worksheet tersebut

2. Belajar dengan menggunakan LED atau In Focus
Kini pembelajaran tidak harus mendengarkan cerita melulu, secara lisan saja ataupun hanya sekedar abraks tetapi juga guru sudah kreatif dengan mengajak anak menonton sejarah, menonton ilmu pengetahuan, memberi hiburan kepada anak bisa dengan cara mononton melalui LED atau in focus sehingga anak menjadi lebih mudah untuk menyerap ilmu tanpa merasa bosan


3. Belajar dengan musik baik dari laptop ataupun komputer
Belajar tak selalu duduk diam di tempat seperti dulu. Sekarang guru bisa mengajak anak belajar sambil memanfaatkan musik yang berhubungan dengan mata pelajaran atau membuat pertunjukan untuk perpisahan atau bermain drama

4. Semakin banyak tersedianya bis sekolah
Semakin banyaknya bis sekolah yang diadakan oleh pemerintah sehingga membuat pihak sekolah lebih mudah lagi menyewa bis sekolah untuk para siswa pergi fieldtrip. Dimana kegiatan fieldtrip ini penting untuk siswa dalam belajar ilmu dari dunia nyata bukan hanya sekedar ilmu dari buku saja

5. Belajar dengan menggunakan camera
Camera bukan hanya digunakan untuk selfie saja ya yang saat ini marak dilakukan oleh banyak orang. Tetapi juga bisa bermanfaat untuk memfoto atau mendokumentasikan bahan belajar atau kegiatan proses belajar mengajar di sekolah dan dimana pun

6. Belajar dengan alat perekam
Belajar itu tidak hanya melulu menulis saja. Bahkan alat perekam pun bisa dipakai dalam proses belajar mengajar. Terutama belajar dengan alat perekam ini sangat cocok bagi siswa dengan tipe belajar audio

7. Belajar dengan menggunakan power point
Belajar dengan cara ini selain tidak membosankan bagi siswa tetapi juga membuat siswa lebih fokus memperhatikan karena mereka tidak harus menulis cukup mendengarkan saja dan materinya tinggal di print out dan dibagikan kepada siswa. Jadi lebih menghemat waktu juga ya

8. Belajar mengajar dengan menggunakan internet
Tidak bisa dipungkiri internet merupakan salah satu sumber informasi terbesar yang banyak dimanfaatkan oleh banyak orang untuk mendapatkan informasi dan ilmu. Ini sangat bermanfaat sekali untuk guru dan siswa dalam mencari bahan pelajaran

9. Belajar mengajar dengan menggunakan handphone
Saat ini untuk mencari bahan pelajaran dari internet, tidak harus kita ke warung internet atau membuka komputer tetapi cukup buka langsung dari handphone. Hemat dan efisien

10. Belajar mengajar dengan memanfaatkan aplikasi canggih
Belajar itu tidak harus selalu  dengan memanfaatkan buku atau guru, tetapi bisa juga  melalui aplikasi canggih yang kita bisa tinggal download saja dari handphone kita seperti aplikasi mictosoft office atau aplikasi lain yang menunjang proses kegiatan belajar mengajar

11. Dll

Diharapkan tenaga pendidik maupun siswa dapat memanfaatkan teknologi ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga peran teknologi dalam proses belajar mengajar masa kini dapat teroptimalkan dengan baik.
        Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru di sini



Kamis, 18 Mei 2017

Apa Itu Fase Egosentris Pada Anak ? Berikut 7 Cara Mendampingi Anak dalam Fase Egosentrisnya


“Eh aku pinjem mainan kamu ya ? nggak boleh, aku nggak mau minjemin”. Lalu tiba-tiba ibu anak tersebut datang dan berkata pada anaknya “De, temennya pinjem mainan kamu, kamu kok nggak mau minjemin ?, aku nggak mau bunda, itu kan mainan aku. Ikh kamu kok pelit sih ama temen ? Ayo pinjemin” (sambil memaksa anak, lalu anak tersebut menangis karena mainannya diambil paksa)

        Pernahkah ayah bunda melihat cerita di atas atau mengalaminya pada anak sendiri ?. Pasti pernah ya ayah bunda mengalaminya. Bahkan kejadian seperti itu begitu familier dalam pengasuhan anak sehari-hari baik ceritanya persis sama atau sejenisnya. Sama-sama anak tidak mau meminjamkan miliknya pada orang lain atau menginginkan milik orang lain untuk ia miliki.

        Terkadang secara sengaja atau tidak sengaja kita jadi melabeli anak kita dengan kata-kata negatif seperti “Ikh kamu pelit” atau “ikh kamu serakah amat sih” dan sebagainya. Sekesal apa pun kita tetap ya ayah bunda, kita tidak diperbolehkan melabeli anak dengan hal-hal negatif apalagi kata-kata itu adalah doa. Jadi kita harus berhati-hati dalam berucap pada anak.

Apa Itu Fase Egosentris ?

        Ayah bunda, pada umumnya fase egosentris ini membuat para orang tua menjadi khawatir anaknya tumbuh dengan pribadi yang tidak mau berbagi dengan orang lain atau kurang memiliki simpati pada orang lain. Tetapi sesungguhnya ayah bunda tidak perlu merasa khawatir karena anak bertingkah seperti itu dinamakan sedang dalam fase egosentris. Dimana dalam fase egosentris ini “keakuan” anak pada dirinya begitu tinggi.

       Setiap anak akan mengalami fase egosentris ini, karena ini adalah salah satu tahap perkembangan anak yang akan anak lalui. Umumnya fase ini akan berakhir di usia 4 tahun dan maksimal di usia 7 tahun. Tetapi jika orang tua tidak dapat menerima fase ini pada anak dan suka memaksa anak, maka dampak dari fase ini akan terbawa sampai anak remaja dan dewasa dikarenakan tidak terpenuhinya kebutuhan anak di fase ini sejak kecil.


7 Cara Mendampingi Anak Di Fase Egosentrisnya

        Ayah bunda tugas kita sebagai orang tua hanya bisa mendampingi anak melalui fase egosentrisnya. Berikut beberapa cara mendampingi anak di fase ini yaitu :
1. Tidak memaksa anak dan biarkan anak menemukan kesadarannya sendiri

2. Biarkan anak bereksplore semaunya, selama itu tidak berbahaya bagi anak dan tidak mengganggu orang lain

3. Berikan batasan atau aturan yang jelas pada anak dan sertai dengan alasannya. Misalnya jika anak menginginkan barang milik orang lain, tidak kita turuti dengan alasan itu bukan barang miliknya dll

4. Jika kita ingin meminjam atau menggunakan barang milik anak. Sebaiknya kita meminta ijin terlebih dahulu pada anak. Cara ini pun akan mengajarkan pada anak untuk meminta ijin atas barang yang bukan miliknya

5. Jika anak sedang mau berbagi, jangan lupa berikan anak pujian seperti “wah anak bunda hebat mau berbagi, terima kasih”. Tetapi jika anak tidak mau, jangan memaksa anak dan jangan pula mengintervensi anak. Biarkan anak menikmati fasenya ini

6. Berikan anak pengertian tentang berbagi, tentang mana yang miliknya mana yang bukan dan hal lainnya

7. Tanamkan moral yang positif dengan memberi contoh pada anak seperti mengajak anak untuk membagikan makanan pada tetangga dan orang-orang yang membutuhkan. Kegiatan seperti ini akan membantu anak menumbuhkan kesadarannya sendiri bahwa ternyata berbagi itu menyenangkan lho dan mengajarkan anak pula tentang empati kepada orang lain. Begitu juga kegiatan positif yang lainnya


8. dll

        Jika kita dapat bersabar dalam mendampingi anak di fase egosentris ini dengan baik. Maka seiring pertumbuhan dan perkembangan anak, anak akan berubah dengan sendirinya karena anak menemukannya sendiri sesuai arahan kita. Jadi semuanya dikembalikan lagi kepada cara kita sebagai orang tua dalam menanggapi fase ini pada anak.

Minggu, 14 Mei 2017

5 Cara Melatih Kontak Mata Anak Autis


Hai ayah bunda, apa ayah bunda sudah tahu apa itu autis ? dan bagaimana sih caranya melatih kontak mata anak autis?. Hari ini saya akan mencoba menjabarkannya secara singkat tetapi jelas di sini. Berdasarkan persentase jumlah anak autis terus meningkat di Indonesia sehingga diharapkan orang tua, tenaga pendidik dan kita perlu mengenal apa itu anak autis.

Apa Itu Anak Autis ?

Sebelum kita membahas tentang cara melatih kontak mata anak autis, kita perlu terlebih dahulu mengetahui apa itu autis ?. Ayah bunda, banyak para ahli mengambil kesimpulan tentang beberapa pengertian autis, salah satunya yaitu menurut Suryana. 2004 mengemukakan “Autisme berasal dari kata autos yang berarti diri sendiri dan isme yang berarti suatu aliran, sehingga dapat diartikan sebagai suatu paham tertarik pada dunianya sendiri. Sedangkan autistik adalah gangguan perkembangan yang kompleks menyangkut komunikasi, interaksi sosial, dan aktivitas imajinasi. Gejalanya mulai tampak sebelum anak berusia 3 tahun.

        Banyak gejala yang ditunjukkan oleh anak autis tentang keautisannya salah satunya yang paling menonjol adalah kesulitan atau menghindari kontak mata dengan lawan bicaranya, sehingga perlu distimulus dan dilatih kontak matanya untuk memulai anak mengenal cara awal berkomunikasi dengan orang lain.

Baca juga : Anak Berkebutuhan Khusus

Cara Melatih Kontak Mata Anak Autis

Dalam melatih kontak mata anak autis ini termasuk mudah ayah bunda yang penting tidak dilakukan dengan asal-asalan, mau belajar  ilmunya serta latihan yang panjang.  Berikut cara melatih kontak mata anak autis dengan menggunakan metode ABA menurut bu Wulan Tresnawati S.Pd, beliau adalah seorang terapis anak autis dan juga berlatar belakang pendidikan luar biasa di kota Bandung. Yuk kita simak:

1. Posisikan anak duduk berada
berhadapan dengan kita (sejajar).

2. Instruksikan “lihat” pada anak. Jika anak langsung merespon dan melakukan kontak mata dengan kita, langsung berikan reward walau kontak mata hanya 1 detik atau sekilas

Jika anak belum merespon, pegang pelipis mata anak dengan kedua tangan kita dan arahkan mata anak untuk melihat kita (kitapun memposisikan atau mencari kontak mata anak agar melihat kita). Setelah anak melakukan kontak mata, jangan lupa berikan reward. Lakukan itu sebanyak 9x

3. Cara lainnya bisa menggunakan pancingan. Misalnya dengan mainan kesukaan anak. Pancing agar anak tertarik dan melihat benda tersebut. Setelah anak melihatnya, instruksikan “lihat” atau panggil nama dan arahkan mainannya didepan mata kita. Maka anakpun akan melihat mata kita. Berikan reward. Lakukan juga sebanyak 9x. Setelah kegiatan tersebut berlangsung lama, tinggalkan mainannya dan arahkan hanya menggunakan tangan kita (seolah-olah anak melihat mainan padahal tidak ada). Lakukan seperti itu sampai anak bisa mandiri melakukan kontak mata sendiri.

4. Bisa menggunakan bunyi-bunyian juga dengan cara yang sama, yang penting pancing anak dengan apa yang kita bawa.

5. Jika anak sudah bisa kontak mata sendiri, berikan intruksi hanya 3x saja untuk memastikan kekonsistenannya dan reward tetap diberikan

Reward yang menyenangkan sangat berperan penting untuk memotivasi belajar anak. Benda yang dijadikan pancingan saat latihan kontak matapun boleh dijadikan reward.

Baca juga : 10 Cara Menstimulus Anak Terlambat Bicara

Ayah bunda, latihan ini perlu ketekunan dan kekonsistenan oleh orang tua dan orang terdekat anak. Jika tidak dilakukan dengan konsisten maka akan membuat latihan yang sebelumnya menjadi sia-sia. Nah cukup sampai di sini dulu ya ayah bunda saya berbagi ilmunya. Semoga bisa menambah wawasan kita dan bermanfaat


Kamis, 11 Mei 2017

Ayah Bunda, Jauhkan Anak Dari 6 Jenis Bahaya Ini. Berikut Tips Cara Menjelaskannya Pada Anak dari Segi Parenting


Terkadang kita sebagai orang tua suka kebingungan ya ayah bunda tentang apa saja ilmu yang perlu kita pelajari untuk bisa melindungi buah hati kita dari sesuatu yang membahayakannya atau terkadang sesuatu yang kita pikirkan itu tidak bahaya ternyata sebenarnya malah dapat membahayakan jiwa anak.
 
        Tahukah ayah bunda, berdasarkan data tingkat kecelakaan pada anak itu lebih sering terjadi di dalam rumah di bandingkan di luar rumah. Mengapa itu bisa terjadi ?, jenis bahaya apa saja di dalam dan diluar rumah yang perlu kita hindari dari jangkauan anak ?, dan bagaimana cara menjelaskan pada anak jika itu berbahaya ?. Yuk simak terus ya

Penyebab Tingkat Kecelakaan Lebih Banyak Di Dalam Rumah Dibandingkan Di Luar Rumah 

        Berdasarkan kasus yang banyak terjadi, resiko kecelakaan pada anak lebih tinggi terjadi di dalam rumah. Pada umumnya anak-anak bisa celaka ketika terjatuh, terkena benda tajam, tersedak, terkena benda panas dan masih banyak hal lainnya yang semuanya bersumber dari rumah. 

        Masih banyak orang tua yang menganggap ini hal sepele dan kurang serius untuk memberikan perhatian lebih dalam hal pengawasan anak-anaknya.  Misalnya masih banyak orang tua yang memasak atau menyetrika sambil menggendong anaknya. Padahal kegiatan seperti ini bisa berbahaya pada anak. Bisa jadi anak menangis atau tidak sengaja menyenggol setrikaan panas atau terkena ciptratan minyak di saat memasak. Ada juga kasus ketika orang tua sedang ke kamar mandi dan meninggalkan anaknya sendirian yang sedang bermain di dapur tiba-tiba anaknya tersiram air panas dan masih banyak kecelakaan yang lainnya. 

        Ayah bunda, usia anak yang masih balita memiliki rasa ingin tahu yang begitu tinggi. Sehingga membuat anak ingin berekplore dengan lingkungan dan benda-benda di sekitarnya. Anak senang sekali mencoba ini itu dan memang ini adalah salah satu fase pembelajaran awal di usia balita. Namun anak belum bisa memahami dan tahu mana yang berbahaya atau tidak untuknya. Sehingga diharapkan orang tua memberikan pengawasan pada anak-anaknya.

Hal-Hal Yang Dapat Membahayakan Anak   

        Ada beberapa bahaya yang sebaiknya kita hindari dari jangkauan anak. Baik itu bahaya yang berasal dari dalam rumah maupun di luar rumah yaitu :

1. Benda yang bisa di sangka makanan.
Ayah bunda, fase balita adalah fase dimana anak senang memasukkan apa saja ke dalam mulutnya atau di sebut fase oral, karena memang fase oral ini pun penting dalam pembelajaran balita dalam mengenal rasa, tekstur, dan bentuk makanan atau benda yang anak masukkan ke dalam mulutnya. Dalam fase ini anak sedang belajar melalui mulutnya. Tetapi tetap diingat, tidak semua yang di masukkan anak  ke mulutnya baik bahkan bisa berbahaya bagi anak seperti:
- obat-obatan
- racun tikus
- racun serangga
- minyak tanah
- sabun / detergen
- dll

2. Benda Panas
Seperti :
- kompor
- setrika
- termos
- dispenser
- dll

3. Benda kecil yang mudah tertelan
Ini berbahaya ayah bunda karena dapat menyebabkan anak tersedak atau kerusakan pada organ tubuhnya karena memasukkan benda asing ke dalam tubuh.  Seperti :
- batu batere
- baut
- mainan yang ukurannya kecil
- koin
- dll

4. Benda berbahaya
Seperti :
- pisau
- kabel
- colokan listrik
- dll

5. Kecelakaan yang jarang mendapatkan perhatian
Seperti:
- hordeng,  jika anak menarik kain hordeng bisa menyebabkan penyangga hordeng jatuh lalu menimpa anak

- meja kaca dan meja berbentuk segi empat, ketika anak asyik berlari lalu  terjatuh ke arah meja bisa berbahaya mengenai kaca meja atau sudut meja yang runcing. Jadi jika ayah bunda punya meja seperti ini sebaiknya diganti dulu untuk menghindari bahaya pada anak

- jangan pernah tinggalkan bayi di dalam ember sendirian ketika mandi sedetik pun, karena dapat menyebabkan bayi tenggelam dan kehabisan nafas

- jangan letakkan banyak bantal atau boneka di dekat bayi ketika tidur, karena benda-benda tersebut dapat menimpa bayi dan menutup jalan nafasnya
- dll

6. Kecelakaan di luar rumah
Jauhkan anak dari bahaya ini :
- bermain di sumur
- bermain di kolam
- bermain di jalan raya
- bermain di sungai
- dll

        Nah buat para bunda yang juga sibuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga, sebaiknya kita harus mengatur kapan kita  segera mengerjakan pekerjaan rumah tangga agar ketika anak bangun, kita bisa lebih fokus mengawasi anak-anak kita.


Cara Menjelaskan Pada Anak Jika Itu berbahaya

        Sebagai orang tua kita tidak diperbolehkan banyak melarang anak, karena banyak larangan dapat mematikan kreativitas anak dan membuat anak takut untuk mencoba lagi. Jadi sebaiknya hindari benda-benda yang dapat membahayakan anak agar kita tidak mengeluarkan banyak larangan pada anak dan ketika melarang anak gunakan kata-kata yang halus dan mudah dimengerti anak disesuaikan dengan usianya. Berikut tipsnya :

1. Hindari kata "Jangan" pada anak. Menurut pakar parenting Abah Ihsan, menggunakan kata jangan hanya membuat anak semakin penasaran dengan apa yang kita larang. Semakin sering kita menggunakan kata jangan akan membuat efek biasa pada anak.

Jadi gunakan kata jangan disesuaikan dengan situasi dan kondsi serta di saat yang mendesak saja. Seperti ketika anak hampir tercebur ke kolam saat bermain, otomatis dengan sendirinya kita akan menggunakan kata jangan pada anak sebelum anak tercebur kan ? 

2. Jika kita melarang anak jangan lupa sertakan dengan alasannya
"Erysha, jangan main pisau sayang, nanti Erysha bisa luka" atau "Erysha, nggak boleh dorong-dorong temannya, nanti temannya jatuh dan sakit"

3. Ambil barang yang berbahaya dari tangan anak dengan cara yang halus
Terkadang ya kita suka kaget melihat anak tiba-tiba memainkan sesuatu yang berbahaya dan dengan spontan langsung merebut apa yang anak pegang. Gerakan yang spontan ini akan membuat anak kaget dan marah karena barang yang ia pegang direbut dengan paksa. Anak bisa mencontoh itu dan menganggap merebut barang orang lain itu di perbolehkan. 

        Jadi sebaiknya gunakan cara halus dengan cara mendekati anak dan bilang "Maaf, sayang boleh bunda pinjam batu baterenya?" tunggu sampe anak memberikannya atau bujuk lagi. Tetapi jika benda tersebut sangat berbahaya seperti memainkan colokan listrik dll. Ayah bunda bisa bilang "maaf, colokan listriknya ayah pinjam dulu ya " sambil mengambil colokan listrik pelan-pelan dari tangan anak dan ganti bendanya dengan memberikan benda yang tidak berbahaya untuk anak mainkan atau alihkan dengan hal lain. Semuanya disesuaikan dengan situasi dan kondisinya ya

4. Biarkan anak memainkan benda di bawah pengawasan kita
Ayah bunda, benda apa apapun bisa jadi berbahaya bagi anak jika tidak di awasi seperti pulpen bisa melukai mata atau mulut anak tertusuk oleh pulpen. Selama benda tersebut tidak berbahaya cukup diawasi saja begitu juga dengan benda yang lain

       Wah  banyak sekali ya ayah bunda jenis benda yang berbahaya bagi anak. Semoga membuat kita bisa lebih berhati-hati lagi dalam memberikan pengawasan pada anak kita. Terkadang kita sudah berusaha hati-hati saja, masih saja ada yang kecolongan apalagi jika anak tidak kita awasi. Benarkan ? Selamat mengawasi putra putrinya ya ayah bunda. 

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Bina Kesehatan. 2009. Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta

Seminar Parenting "Tentang Kecelakaan yang Banyak Terjadi Pada Anak" Di Hotel Hilton
       
       
        

Sabtu, 06 Mei 2017

Ingin DiKenang Seperti Apakah Kita Oleh Anak Kita ? Yuk, Ikuti 10 Cara Mengukir Kenangan Manis Di Hati Anak


Wahai ayah bunda, pernahkah kita bertanya pada anak kita. Apakah dia bahagia menjadi anak kita ?, apakah dia bangga memiliki orang tua seperti kita ?, hal apakah yang berkesan olehnya tentang kebersamaan kita dengannya ?, beranikah ayah bunda meminta anak menjawab dengan jujur tentang kita di hatinya ?, dan memintanya memberikan berapa nilai yang layak untuk kita terima dengan peran kita sebagai orang tuanya ?. Terkadang kita butuh keberanian seperti itu agar kita mau mengevaluasi diri kita untuk menjadi orang tua yang lebih baik lagi.

        Tahukah ayah bunda, ada banyak anak ketika ditanya oleh orang lain tentang orang tuanya, mereka menjawab dengan acuh tak acuh dan perasaan tak peduli tentang orang tuanya. 

        Ada yang menjawab "orang tuaku ya gitu aja, nggak ada yang special tentangku dengan mereka", ada yang menjawab "orang tuaku adalah orang-orang yang sibuk, sehingga kami tak punya banyak waktu bersama", ada yang menjawab "yang ku ingat tentang orang tuaku adalah mereka suka berteriak dan membentakku", ada yang menjawab "orang tuaku suka memukulku sewaktu kecil", dan ada pula yang menjawab "aku tidak punya kenangan masa kecil dengan orang tuaku, karena aku di besarkan oleh kakek dan nenekku". 

        Jawaban anak-anak itu terdengar begitu menyesakkan. Tetapi memang begitu yang terjadi pada kebanyakan anak. Jangankan kenangan manis yang ada di hati anak-anak tersebut tentang orang tuanya, melainkan mereka tumbuh dewasa dengan membawa luka di masa lalu. 

Sehingga lahirlah anak-anak yang pemberontak, anak-anak yang salah pergaulan, anak-anak yang marah pada orang tuanya dan anak-anak yang tidak nyaman berdekatan dengan orang tuanya. Itu semua dikarenakan ketidak hadirannya peran orang tua dalam membangun bonding pada anak mereka dan ketiadaan orang tua di saat-saat anak paling membutuhkan hadirnya orang tua. Bukan hanya membutuh orang tua secara fisik saja tetapi juga membutuhkan orang tua untuk mengisi kekosongan dalam jiwa anak.

        Lalu kita sendiri ingin dikenang seperti apakah kita oleh anak-anak kita ? dikenang dengan kenangan buruk ? ataukah kita ingin terukir indah dan dikenang dengan kenangan manis di hati anak-anak kita kelaknya ? semuanya tergantung dengan cara kita memperlakukan mereka

        Wahai ayah bunda, ukirlah kenangan manis di hati anakmu. Hingga ketika seseorang bertanya tentang dirimu pada anakmu. Mereka akan menjawab dengan senyum manis, tertawa, dan bahkan menangis bahagia karena menjadi anakmu.

        Wahai ayah bunda, buatlah kenangan manis di hati anakmu. Hingga ketika engkau telah tiada, dia akan bercerita dengan bangganya karena memiliki orang tua sepertimu kepada cucu-cucumu kelak

        Wahai ayah bunda, jadilah kenangan manis bagi anakmu. Hingga ia bisa dengan percaya dirinya menceritakan betapa bahagianya masa kecilnya bersamamu kepada orang lain.

        Wahai ayah bunda, waktumu mengukir cerita di hati anakmu tak akanlah lama, karena masa kecil mereka hanyalah sebentar. Manfaatkanlah waktu itu, karena masa kecil mereka tak akan pernah terulang kembali 

        Wahai ayah bunda, perbanyaklah memeluk dan meminta maaf pada anakmu, karena kita tidak pernah tahu sesuatu yang bisa menyakitinya atas perlakuan kita.

        Wahai ayah bunda, temanilah anak-anakmu dan buatlah mereka merasa paling special di hatimu. Hingga kelak, engkau tak akan tergantikan di hati mereka bahkan setelah engkau tiada. 

        Wahai ayah bunda, ajaklah anak-anakmu bermain dan dengarkan cerita mereka. Karena waktu kita mendampingi mereka hanyalah sebentar. Untuk itu, selama kita masih ada. Ukirlah diri kita di hati anak dan buatlah banyak kenangan terindah bersama mereka, sebelum waktu kita habis lalu menutup mata untuk selamanya 

10 Cara Mengukir Kenangan Manis Di Hati Anak

Ayah bunda, dalam membuat kenangan manis agar terukir dihati anak selamanya. Perlu waktu dan proses yang panjang, tak cukup hanya sekali atau dua kali. Berikut ini caranya :

1. Buatlah kegiatan rutin yang menyenangkan bersama anak seperti membacakan buku cerita setiap hari pada anak sebelum ia tidur malam, atau  berolah raga bersama setiap hari libur dll

2. Mengajak anak jalan-jalan atau berlibur. Tidak selalu harus jauh-jauh yang terpenting moment yang menyenangkan buat anak dan kebersamaan yang berkualitas

3. Buatlah hari special untuk setiap anak dan minta anak menginginkan kebersaman yang seperti apa di hari spesialnya di sesuaikan dengan waktu dan dana yang ada. Contoh: senin minggu pertama adalah hari spesialnya anak ke 1, senin minggu ke 2 hari spesialnya anak ke 2 dll. Hari spesial ini khusus kita berkencan hanya berdua dengan anak tanpa pasangan dan anak-anak yang lainnya. Kegiatannya bisa menonton bioskop berdua, atau makan di luar berdua, tergantung permintaan anak. Tidak harus mahal-mahal yang terpenting membuat moment yang berkualitasnya. Kegiatan ini bertujuan agar anak merasa yang paling special di hati orang tuanya

4. Jadilah sahabat bagi anak seperti mendengarkan cerita dan permasalahan anak

5. Sering-seringlah memberikan kejutan pada anak seperti ketika anak berulang tahun, berilah ia kado atau membuat sendiri kartu ucapan untukknya dll. Lagi-lagi tidak harus yang mahal ya

6. Sering-seringlah ucapkan pada anak betapa kita mencintainya dan meminta maaf pada anak jika kita ada salah yang tak tersadari

7. Perbanyaklah memuji anak di sesuaikan dengan usahanya

8. Sering-seringlah memberikan sentuhan fisik berupa pelukan dan kecupan pada anak

9. Belajarlah menghargai setiap usaha anak
 
10. Temani dan ada untuknya di saat anak membutuhkan kita. Jangan biarkan kesibukan kita membuat anak merasa kesepian tanpa hadir kita. Termasuk ibu rumah tangga, jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan rumah tangga,  sehingga ketika anak meminta membacakan buku cerita kita malah menolaknya karena sibuk bersih-bersih rumah. Untuk apa raga kita ada tetapi tidak mengisi kebutuhan jiwa anak 

        Ayah bunda, setiap apapun kebersamaan kita bersama anak, akan selalu jadi kenangan manis di hati anak nantinya. Jika kita mampu mengemas semuanya menjadi kebersamaan yang berkualitas dengannnya bahkan dari hal-hal yang sederhana sekalipun. 

Tulisan saya ini juga untuk mengingatkan diri saya sendiri sebagai orang tua. Nah kenangan manis apa yang paling berkesan antara ayah bunda dengan anak-anak ? cerita dong
       

Senin, 01 Mei 2017

Bahagianya Anak-Anak Membuat dan Bermain Slime


Apa itu Slime 

        Ayah bunda suka bingung nggak sih memberikan kegiatan apa lagi untuk anak, agar anak tidak bosan dengan rutinitasnya ? Terkadang kita tetap bingung ya ayah bunda. Nah hari ini saya ingin bercerita tentang salah satu kegiatan mengajar saya bersama rekan saya yaitu "Membuat Slime". Sebagian pasti sudah tahu ya apa itu slime ?, betul sekali slime dalam kata bahasa Inggris artinya "lendir". Jadi slime di sini adalah berupa gumpalan cairan yang kental, teksturnya lunak, kenyal, bisa di tekan-tekan, di tarik- tarik dan bisa juga di bentuk mirip playdough tetapi bukan playdough ya bun.

         Keunikan slime yang begitu menarik bagi anak-anak sehingga membuat anak-anak sangat menyukainya. Slime itu mudah sekali kita dapatkan, bisa kita beli dan bisa juga kita buat. Hari ini kami mengajak anak-anak untuk membuatnya agar anak-anak tahu proses pembuatannya. Mereka begitu bersemangat dan antusias membuatnya. Jika anak didiknya begitu  bahagia tentunya membuat kami sebagai gurunya ikut bahagia pula

Membuat Slime

        Slime itu banyak sekali macamnya ayah bunda dan bahan-bahannya pun berbeda-berbeda. Tergantung kita mau membuat slime yang seperti apa. Nah hari ini kami membuat slime yang bahannya mudah sekali kita dapatkan dan pastinya tidak berbahaya untuk anak. Langsung aja yah 

Alat dan bahan:

Alat
- gelas plastik
- sendok
Bahan :
- air
- lem kayu (kami memakai merk Fo*)
- cat air warna warni
- Sabun mandi cair (kami memakai merk Bio**)
- Gom (gom ini mudah sekali didapatkan di apotek dan harganya sangat terjangkau) 

Cara membuat:
1. Masukkan lem ke dalam gelas plastik banyaknya sesuai selera anak
2. Masukkan sedikit air lalu aduk sampai rata. Airnya sedikit saja ya jangan sampai terlalu cair. Cukup dibuat sampai berupa  gumpalan
3. Masukkan 1 atau 2 macam warna cat air, sedikit saja ke dalam adukkan lalu aduk hingga merata
4. Masukkan gom secukupnya lalu aduk rata.
5. Tambahkan sabun cair secukupnya lalu aduk hingga merata dan menjadi gumpalan.
6. Jadi deh slimenya 


        Mudahkan bun cara membuatnya dan bahan-bahannya pun terjangkau serta mudah juga kita dapatkan. Tidak begitu repot, tetapi membuat anak-anak begitu ceria dalam pembuatannya dan memainkannya

Manfaat Slime 

        Slime ini banyak sekali manfaatnya. Berikut ini manfaat dari slime:
1. Membangun bonding bersama anak
2. Membuat anak ceria dan bahagia
3. Merangsang kreativitas anak dalam membentuk dan memainkan slime
4. Tempat anak berekspresi dan berekplore
5. Melatih motorik halus anak ketika menekan-nekan, menarik-narik, memukul dan membentuk slime


6. Membuat anak belajar warna dan bisa juga jadi tempat anak belajar percampuran warna. Seperti warna merah jika dicampur dengan warna kuning maka warna akan berubah menjadi warna orange dll
7. Untuk menghilangkan rasa bosan pada anak
8. Slime dapat dijadikan alat pembersih permukaan seperti membersihkan kotoran / debu pada kaca, sela-sela keyboard, Handphone, speaker, kipas angin dll
9. Sebagai hiasan kamar, ruang tamu, dll.

        Wah selain mudah juga banyak manfaatnya kan ?. Yuk ayah bunda bisa di coba sendiri membuatnya bersama-sama anak. Di jamin seru. Selamat mencoba ya
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Theme by Rumah Es